Rabu, 14 September 2022

IP addres dan Subnetting

 

NAMA:Zidane.A


  Nilai

Kelas:XII-TKJ 2

  SUBNETTING


Tanggal:14-09-2022




JAWABLAH SOAL BERIKUT INI :


Jelaskan pengertian IP Address dan Subnetting ?

Apa fungsi Subnetting ?

Jelaskan cara cara atau teknik subnetting ?

Jelaskan tentang CIDR dan buat tabel CIDR ?

Berikan contoh IP Address untuk kelas A,B, dan C serta berikan tanda untuk network ID dan HOST ID nya


JAWABAN :


1. PENGERTIAN ALAMAT IP


IP adalah singkatan dari Internet Protocol, atau dalam bahasa Indonesia berarti Protokol Internet. Jadi, IP address atau internet protocol address adalah alamat protokol internet (alamat IP) yang mengidentifikasi segala perangkat yang terhubung ke jaringan, baik jaringan internet pada umumnya maupun lokal.

Selanjutnya, setelah Anda tahu pengertian alamat IP, kami akan menjelaskan fungsi IP address dan cara kerjanya.


Fungsi IP Address

Saat Anda mengunjungi sebuah website, perangkat yang Anda gunakan perlu menemukan lokasi data website tersebut untuk kemudian mengambil datanya dan menyajikannya kepada Anda.

Pernah menuliskan alamat rumah lengkap dengan nomornya untuk menerima paket dari Ecommerce? Yap, seperti itulah kira-kira fungsi alamat IP ini.

Jadi, apabila diibaratkan, IP address adalah nomor rumah yang berfungsi untuk memastikan bahwa paket (data) dikirim ke rumah (perangkat) yang tepat. Dengan kata lain, fungsi IP address adalah sebagai media komunikasi bagi suatu perangkat agar permintaan untuknya diarahkan ke tujuan yang tepat melalui jaringan.


PENGERTIAN SUBNETTING


Subnetting adalah proses untuk memecahkan atau membagi sebuat network menjadi beberapa network yang lebih kecil, atau Subnetting merupakan sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien.


Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B dan C yang sudah di atur. Dengan subnetting, maka kita bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis kebutuhan Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP address yang mewakili network ID dan bagian mana yang mewakili host ID. Dengan kelas-kelas IP address standart, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia : 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B dan 24 bit untuk kelas C.



2.  FUNGSI SUBNETTING


Penghematan Alamat IPMengalokasikan IP address yang terbatas agar lebih efisien. Jika internet terbatasoleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000,atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.

Mengoptimalisasi Unjuk Kerja Jaringan walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semuadevice tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil bahkan lebih kecil dari Class C address.


3. Teknik perhitungan subnetting dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara perhitungan binary dan perhitungan khusus Internet Engineering Task Force


Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: 


Jumlah Subnet

Jumlah Host per Subnet

Blok Subnet

Alamat Host- Broadcast.


4. CIDR ( Classles inter-domain routing ) adalah cara alternatif untuk menklasifikasikan alamat-alamat ip berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E, Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.




5. RANGE IP CLASS A = 0 – 127


Namun address 127 merupakan loopback address dimana tidak disarankan untuk digunakan dalam addressing host-host. maka dari itu range IP Class A 0 – 126


CONTOH 123.60.10.2

Perhatikan oktet pertama dari IP address disamping, yaitu 123. nilai ini masuk pada range network address 0-126, dengan demikian 123.60.10.2 merupakan IP Address kelas A


sebagaimana diketahui, sebuah IP address seluruhnya terbangun dari 32 bits, di sini IP kelas A mengunkan 8 bits pertama untuk mengidentifikasi network. sedangkan tiga oktet sisanya (24 bits) merupakan porsi address untuk host.


Jumlah valid host yang dapat dipakai pada IP class A antara lain 123.0.0.0 sampai 123.255.255.255 Namun ingatlah bawah nilai 0 dan 255 merupakan valid host Ids, di mana tidak di perkenankan untuk diaplikasikan, maka dari itu jumlah IP Address yang dapat dipakai 123.0.0.1 sampai 123.255.255.254


RANGE IP CLASS B = 128 – 191


CONTOH 152.45.10.4

Perhatikan oktet pertama dari IP address disamping, yaitu 152. Nilai ini masuk pada range network address: 128-191 dengan demikian termasuk IP Class B


IP kelas B menggunakan 16 bits pertama untuk mengidentifikasi network sebagai bagian dari address. Dua oktet sisanya (16 bits) merupakan porsi address untuk host.

Jumlah valid host yang dapat di pakai pada IP class B antara lain 172.20.0.0 sampai 172.20.255.255. Jadi jika network address 172.20., kita hanya dapat membuat IP Address antara 172.20.0.1 sampai 172.20.255.254.


RANGE  IP CLASS = 192 – 223


CONTOH 210.100.67.3


Perhatikan Oktet pertama dari IP Address di atas, yaitu 210 Nilai ini masuk pada range network address : 192 – 223 dengan demikian termasuk pada IP Class C

IP Kelas C menggunakan 25 bits pertama untuk mengidentifikasi network sebagai bagian dari address. satu oktet sisanya (8 bits) merupakan porsi address untuk host.

Untuk Kelas C, jumlah valid host yang dapat di pakai, sebagai contoh 192.55.10.0 sampai 192.55.10.255. kita hanya dapat membuat IP Address antara 192.55.10.1 sampai 192.55.10.254.



Petunjuk untuk soal no 6 - 10 !

Subnetmask baru hasil subnetting

Jumlah subnet yang terbentuk

jumlah host tiap subnet 

blok / range tiap subnet

IP awal, akhir dan alamat broadcast tiap subnet (buat tabel)


6. IP Adress 192.168.21.0/28 ?

7. IP Adress 192.168.100.0/29 ?

8. IP Adress 192.168.10.0/25 ?

9. IP Adress  192.168.1.0/26 ?

10. Anda memiliki IP Adress 200.75.20.10 .Tentukan subnet mask yang di perlukan untuk mendapatkan sedikitnya 32 subnet?



JAWABAN :


6. Ip Address 192.168.21.0/28

192.168.21 


  • 11111111.11111111.11111111.11110000

  • Net mask 255.255.255.240. =28 Class C

  • Jumlah subnet= 2 pangkat 4 = 16

  • Jumlah host per subnet= 2 pangkat 4-2= 14

  • Blok subnet= 0,16,32,48,64,80,96,112,128,144,160,176,192,208,224,240,


  • Table perhitungan 


  Subnet

    Ip awal

  Ip akhir 

Broadcast

192.168.21.0

192.168.21.1

192.168.21.14

192.168.21.15

192.168.21.16

192.168.21.17

192.168.21.30

192.168.21.31

192.168.21.32

192.168.21.33

192.168.21.46

192.168.21.47

192.168.21.48

192.168.21.49

192.168.21.62

192.168.21.63

192.168.21.64

192.168.21.65

192.168.21.78

192.168.21.79

192.168.21.80

192.168.21.81

192.168.21.94

192.168.21.95

192.168.21.96

192.168.21.97

192.168.21.110

192.168.21.111

192.168.21.112

192.168.21.113

192.168.21.126

192.168.21.127

192.168.21.128

192.168.21.129

192.168.21.142

192.168.21.143

192.168.21.144

192.168.21.145

192.168.21.158

192.168.21.159

192.168.21.160

192.168.21.161

192.168.21.174

192.168.21.175

192.168.21.176

192.168.21.177

192.168.21.190

192.168.21.191

192.168.21.192

192.168.21.193

192.168.21.206

192.168.21.207

192.168.21.208

192.168.21.209

192.168.21.222

192.168.21.223

192.168.21.224

192.168.21.225

192.168.21.238

192.168.21.239

192.168.21.240

192.168.21.241

192.168.21.254

192.168.21.225


7.Ip address 192.168.100./29?


192.168.100.0/29


255.255.255.248


  • 11111111.11111111.11111111.11111000

  • Jumlah subnet: 2x= 25 = 32

  • Jumlah Host Persubnet: 2y-2= 23-2=6

  • Blok Subnet: 256-248= 8 ( 0 8 16 24 32 40 48 56 64 72 80 88 96 104 112 120 128 136 144 152 160 168 176 184 192 200 208 216 224 232 240 248 )




Subnet

IP Awal

IP Akhir

Broadcast

192.168.100.0

192.168.100.1

192.168.100.6

192.168.100.7

192.168.100.8

192.168.100.9

192.168.100.14

192.168.100.15

192.168.100.16

192.168.100.17

192.168.100.22

192.168.100.23

192.168.100.24

192.168.100.25

192.168.100.30

192.168.100.31

192.168.100.32

192.168.100.33

192.168.100.38

192.168.100.39

192.168.100.40

192.168.100.41

192.168.100.46

192.168.100.47

192.168.100.48

192.168.100.49

192.168.100.54

192.168.100.55

192.168.100.56

192.168.100.56

192.168.100.62

192.168.100.63

192.168.100.64

192.168.100.65

192.168.100.70

192.168.100.71

192.168.100.72

192.168.100.73

192.168.100.78

192.168.100.79

192.168.100.80

192.168.100.81

192.168.100.86

192.168.100.87

192.168.100.88

192.168.100.83

192.168.100.94

192.168.100.95

192.168.100.96

192.168.100.97

192.168.100.102

192.168.100.103

192.168.100.104

192.168.100.105

192.168.100.110

192.168.100.111

192.168.100.112

192.168.100.113

192.168.100.118

192.168.100.119

192.168.100.120

192.168.100.121

192.168.100.126

192.168.100.127

192.168.100.128

192.168.100.129

192.168.100.134

192.168.100.135

192.168.100.136

192.168.100.137

192.168.100.142

192.168.100.143

192.168.100.144

192.168.100.145

192.168.100.150

192.168.100.151

192.168.100.152

192.168.100.153

192.168.100.158

192.168.100.159

192.168.100.160

192.168.100.161

192.168.100.166

192.168.100.167

192.168.100.168

192.168.100.169

192.168.100.174

192.168.100.175

192.168.100.176

192.168.100.177

192.168.100.182

192.168.100.183

192.168.100.184

192.168.100.185

192.168.100.190

192.168.100.191

192.168.100.192

192.168.100.193

192.168.100.198

192.168.100.199

192.168.100.200

192.168.100.201

192.168.100.206

192.168.100.207

192.168.100.208

192.168.100.209

192.168.100.214

192.168.100.215

192.168.100.216

192.168.100.217

192.168.100.222

192.168.100.223

192.168.100.224

192.168.100.225

192.168.100.230

192.168.100.231

192.168.100.232

192.168.100.233

192.168.100.238

192.168.100.239

192.168.100.240

192.168.100.241

192.168.100.246

192.168.100.247

192.168.100.248

192.168.100.249

192.168.100.254

192.168.100.255



 8 ip address 192.168.10.0/25

255.255.255.128

  • 11111111.11111111.11111111.10000000

  • Jumlah subnet: 2¹=2

  • Jumlah Host Persubnet: 27-2 = 126 host

  • Blok Subnet: 256-128 = 128

                  =0.128

  • Tabel Perhitungan

    SUBNET

  Ip Awal

  Ip akhir 

Ip Broadcast

192.168.10.0

192.168.10.1

192.168.10.126

192.168.10.127

192.168.10.128

192.168.10.129

192.168.10.254

192.168.10.255


9 ip address 192.168.1.0/26?

  • Subnetmask:11111111.11111111.11111111.11000000

  • Jumlah subnet:2²=4 

  • Jumlah host Per-Subnet:26-2 =62 host

  • Blok subnet :256-192 =64 

              :0.64, 128.192

  • Tabel Perhitungan

    Subnet

Host pertama

Host Terakhir

  Broadcast

192.168.1.0

192.168.1.1

192.168.1.62

192.168.1.63

192.168.1.64

192.168.1.65

192.168.1.126

192.168.1.127

192.168.1.128

192.168.1.129

192.168.1.190

192.168.1.191

192.168.1.192

192.168.1.193

192.168.1.254

192.168.1.255



10.Ip Address 200.75.20.10


  • Subnetmask: 11111111.11111111.11111111.11111000

  • Jumlah Subnet: 25 = 32

  • Datted Decimal Subnetmask: 255.255.255.248

  • Jumlah Host Per-Subnet: 23-2= 6 Host

  • Blok Subnet: 256-248 = 8 ( 0 8 16 24 32 40 48 56 ….. 248 )


  Subnet

   IP Awal

   Ip Akhir 

  Broadcast

  200.75.20.0

  200.75.20.1

  200.75.20.6

  200.75.20.7

  200.75.20.8

  200.75.20.9

  200.75.20.14

  200.75.20.15

  ….………..

  ….………..

  ….………..

  ….………..

  200.75.20.240

200.75.20.241

  200.75.20.246

  200.75.20.247

  200.75.20.248

200.75.20.249

  200.75.20.254

  200.75.20.255




Tidak ada komentar:

Posting Komentar