JAWABLAH SOAL BERIKUT INI :
Jelaskan pengertian IP Address dan Subnetting ?
Apa fungsi Subnetting ?
Jelaskan cara cara atau teknik subnetting ?
Jelaskan tentang CIDR dan buat tabel CIDR ?
Berikan contoh IP Address untuk kelas A,B, dan C serta berikan tanda untuk network ID dan HOST ID nya
JAWABAN :
1. PENGERTIAN ALAMAT IP
IP adalah singkatan dari Internet Protocol, atau dalam bahasa Indonesia berarti Protokol Internet. Jadi, IP address atau internet protocol address adalah alamat protokol internet (alamat IP) yang mengidentifikasi segala perangkat yang terhubung ke jaringan, baik jaringan internet pada umumnya maupun lokal.
Selanjutnya, setelah Anda tahu pengertian alamat IP, kami akan menjelaskan fungsi IP address dan cara kerjanya.
Fungsi IP Address
Saat Anda mengunjungi sebuah website, perangkat yang Anda gunakan perlu menemukan lokasi data website tersebut untuk kemudian mengambil datanya dan menyajikannya kepada Anda.
Pernah menuliskan alamat rumah lengkap dengan nomornya untuk menerima paket dari Ecommerce? Yap, seperti itulah kira-kira fungsi alamat IP ini.
Jadi, apabila diibaratkan, IP address adalah nomor rumah yang berfungsi untuk memastikan bahwa paket (data) dikirim ke rumah (perangkat) yang tepat. Dengan kata lain, fungsi IP address adalah sebagai media komunikasi bagi suatu perangkat agar permintaan untuknya diarahkan ke tujuan yang tepat melalui jaringan.
PENGERTIAN SUBNETTING
Subnetting adalah proses untuk memecahkan atau membagi sebuat network menjadi beberapa network yang lebih kecil, atau Subnetting merupakan sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien.
Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B dan C yang sudah di atur. Dengan subnetting, maka kita bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis kebutuhan Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP address yang mewakili network ID dan bagian mana yang mewakili host ID. Dengan kelas-kelas IP address standart, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia : 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B dan 24 bit untuk kelas C.
2. FUNGSI SUBNETTING
Penghematan Alamat IPMengalokasikan IP address yang terbatas agar lebih efisien. Jika internet terbatasoleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000,atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
Mengoptimalisasi Unjuk Kerja Jaringan walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semuadevice tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil bahkan lebih kecil dari Class C address.
3. Teknik perhitungan subnetting dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara perhitungan binary dan perhitungan khusus Internet Engineering Task Force
Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah:
Jumlah Subnet
Jumlah Host per Subnet
Blok Subnet
Alamat Host- Broadcast.
4. CIDR ( Classles inter-domain routing ) adalah cara alternatif untuk menklasifikasikan alamat-alamat ip berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E, Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.
5. RANGE IP CLASS A = 0 – 127
Namun address 127 merupakan loopback address dimana tidak disarankan untuk digunakan dalam addressing host-host. maka dari itu range IP Class A 0 – 126
CONTOH 123.60.10.2
Perhatikan oktet pertama dari IP address disamping, yaitu 123. nilai ini masuk pada range network address 0-126, dengan demikian 123.60.10.2 merupakan IP Address kelas A
sebagaimana diketahui, sebuah IP address seluruhnya terbangun dari 32 bits, di sini IP kelas A mengunkan 8 bits pertama untuk mengidentifikasi network. sedangkan tiga oktet sisanya (24 bits) merupakan porsi address untuk host.
Jumlah valid host yang dapat dipakai pada IP class A antara lain 123.0.0.0 sampai 123.255.255.255 Namun ingatlah bawah nilai 0 dan 255 merupakan valid host Ids, di mana tidak di perkenankan untuk diaplikasikan, maka dari itu jumlah IP Address yang dapat dipakai 123.0.0.1 sampai 123.255.255.254
RANGE IP CLASS B = 128 – 191
CONTOH 152.45.10.4
Perhatikan oktet pertama dari IP address disamping, yaitu 152. Nilai ini masuk pada range network address: 128-191 dengan demikian termasuk IP Class B
IP kelas B menggunakan 16 bits pertama untuk mengidentifikasi network sebagai bagian dari address. Dua oktet sisanya (16 bits) merupakan porsi address untuk host.
Jumlah valid host yang dapat di pakai pada IP class B antara lain 172.20.0.0 sampai 172.20.255.255. Jadi jika network address 172.20., kita hanya dapat membuat IP Address antara 172.20.0.1 sampai 172.20.255.254.
RANGE IP CLASS = 192 – 223
CONTOH 210.100.67.3
Perhatikan Oktet pertama dari IP Address di atas, yaitu 210 Nilai ini masuk pada range network address : 192 – 223 dengan demikian termasuk pada IP Class C
IP Kelas C menggunakan 25 bits pertama untuk mengidentifikasi network sebagai bagian dari address. satu oktet sisanya (8 bits) merupakan porsi address untuk host.
Untuk Kelas C, jumlah valid host yang dapat di pakai, sebagai contoh 192.55.10.0 sampai 192.55.10.255. kita hanya dapat membuat IP Address antara 192.55.10.1 sampai 192.55.10.254.
Petunjuk untuk soal no 6 - 10 !
Subnetmask baru hasil subnetting
Jumlah subnet yang terbentuk
jumlah host tiap subnet
blok / range tiap subnet
IP awal, akhir dan alamat broadcast tiap subnet (buat tabel)
6. IP Adress 192.168.21.0/28 ?
7. IP Adress 192.168.100.0/29 ?
8. IP Adress 192.168.10.0/25 ?
9. IP Adress 192.168.1.0/26 ?
10. Anda memiliki IP Adress 200.75.20.10 .Tentukan subnet mask yang di perlukan untuk mendapatkan sedikitnya 32 subnet?
JAWABAN :
6. Ip Address 192.168.21.0/28
192.168.21
11111111.11111111.11111111.11110000
Net mask 255.255.255.240. =28 Class C
Jumlah subnet= 2 pangkat 4 = 16
Jumlah host per subnet= 2 pangkat 4-2= 14
Blok subnet= 0,16,32,48,64,80,96,112,128,144,160,176,192,208,224,240,
Table perhitungan
7.Ip address 192.168.100./29?
192.168.100.0/29
255.255.255.248
11111111.11111111.11111111.11111000
Jumlah subnet: 2x= 25 = 32
Jumlah Host Persubnet: 2y-2= 23-2=6
Blok Subnet: 256-248= 8 ( 0 8 16 24 32 40 48 56 64 72 80 88 96 104 112 120 128 136 144 152 160 168 176 184 192 200 208 216 224 232 240 248 )
8 ip address 192.168.10.0/25
255.255.255.128
11111111.11111111.11111111.10000000
Jumlah subnet: 2¹=2
Jumlah Host Persubnet: 27-2 = 126 host
Blok Subnet: 256-128 = 128
=0.128
Tabel Perhitungan
9 ip address 192.168.1.0/26?
Subnetmask:11111111.11111111.11111111.11000000
Jumlah subnet:2²=4
Jumlah host Per-Subnet:26-2 =62 host
Blok subnet :256-192 =64
:0.64, 128.192
Tabel Perhitungan
10.Ip Address 200.75.20.10
Subnetmask: 11111111.11111111.11111111.11111000
Jumlah Subnet: 25 = 32
Datted Decimal Subnetmask: 255.255.255.248
Jumlah Host Per-Subnet: 23-2= 6 Host
Blok Subnet: 256-248 = 8 ( 0 8 16 24 32 40 48 56 ….. 248 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar