Selasa, 17 Mei 2022

Materi WAN

 Apa itu Teknologi Fiber Optik?

Jadi, fiber optik adalah salah satu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus (berdiameter 120 mikrometer, lebih kecil dari rambut manusia), yang digunakan sebagai media transmisi. Kabel ini bisa mentransmisikan sinyal cahaya dari lokasi satu ke lokasi lainnya dengan kecepatan yang optimal. Transmisi bisa dilakukan dengan kecepatan tinggi karena sistem kerjanya menggunakan pembiasan cahaya. Sedangkan cahaya yang digunakan untuk proses transmisi adalah LED atau laser. Karena memiliki kecepatan yang tinggi, fiber optik banyak digunakan sebagai saluran komunikasi, sehingga pengguna bisa menjangkau orang lain dengan kecepatan yang optimal pula.


Jenis-jenis Kabel Fiber Optik

Berdasarkan mode transmisinya, teknologi fiber optik menggunakan dua jenis kabel, yaitu:

  1. Fiber Optik Mode Tunggal (Single Mode)

    Sesuai namanya, jenis kabel fiber optik ini memiliki transmisi tunggal, jadi hanya bisa mentransmisikan cahaya melalui satu inti dalam satu waktu. Fiber optik mode tunggal ini memiliki kabel berukuran sangat kecil, yaitu sekitar 9 mikrometer. Biasanya kabel ini digunakan untuk menyebarkan cahaya dari sinar inframerah, yang memiliki gelombang cahaya sepanjang 1300 hingga 1500 nanometer.

  2. Fiber Optik Mode Multi (Multi Mode)

    Fiber optik mode multi adalah kebalikan dari fiber optik mode tunggal, yaitu memiliki inti yang lebih besar, dengan ukuran kurang lebih 625 mikrometer. Ukurannya yang lebih besar membuat fiber optik mode multi bisa mentransmisikan banyak cahaya dalam satu waktu / secara bersamaan. Karena kapasitasnya yang besar, jenis kabel ini sering digunakan untuk tujuan komersil, untuk mengakomodasi pengguna yang jumlahnya juga banyak. Berbeda dengan fiber optik mode tunggal, jenis kabel ini bisa mengirimkan sinar infrared dengan panjang gelombang 850 hingga 1300 nanometer.

 

Tipe Kabel Fiber Optik

Tipe Kabel Fiber Optik yang jamak digunakan adalah sebagai berikut:

  • Armored Cable
  • Simplex Cable
  • Zipcord Cable
  • Low Smoke Zero Halogen
  • Hybrid & Composite Cable
  • Aerial Cable/Self-Supporting
  • Breakout Cable
  • Tight Buffer

 

Fungsi Fiber Optik

Dari pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa fiber optik berfungsi untuk menghubungkan antar komputer dalam satu jaringan komputer yang sama. Fungsi fiber optik sama dengan kabel pada umumnya, namun dengan satu keistimewaan. Yaitu fiber optik bisa memberikan akses maupun transfer data dengan kecepatan yang tinggi. Serat optik juga terbukti lebih resisten dan tahan terhadap gangguan elektromagnetik semisal gangguan cuaca dan semacamnya karena fiber optik sama sekali tidak mengandung arus listrik.

Kelebihan utama dari fiber optik di atas membuat banyak perusahaan telekomunikasi beralih menggunakannya dan meninggalkan kabel biasa. Meskipun lebih mahal, namun penggunaan kabel serat optik sangat dipertimbangkan, karena sekarang internet tidak akan terganggu oleh cuaca, yang mana menguntungkan pelanggan maupun perusahaan.

 

Komponen-komponen Fiber Optik

Berikut beberapa komponen utama yang membentuk kabel fiber optik:

  • Bagian Inti (Core), terbuat dari bahan kaca dengan ukuran yang sangat kecil, yaitu berdiameter 2µm hingga 50 µm, Semakin besar diameter fiber optik, maka semakin baik pula performanya.
  • Bagian Cladding, adalah pelindung yang menyelimuti bagian inti, yang biasanya berukuran mulai dari 5µm hingga 250 µm. Komponen yang terbuat dari silikon ini berfungsi untuk melindungi core dan pemandu gelombang cahaya.
  • Bagian Coating, adalah mantel yang terbuat dari serat optik berbeda dari cladding dan core. Coating terbuat dari plastik dan berfungsi sebagai lapisan pelindung, yang melindungi inti dan cladding dari lengkungan dan kelembaban udara pada kabel.
  • Bagian Strength Member & Outer Jacket, adalah bagian terluar dari Fiber Optik, yang berfungsi untuk melindungi 3 lapisan terdalam dari gangguan fisik secara langsung.

 

Cara Kerja Fiber Optik

Jika kabel biasa menggunakan arus listrik untuk menyebarkan data, maka fiber optik menggunakan aliran cahaya. Aliran cahaya yang digunakan tersebut adalah hasil konversi dari aliran listrik, jadi tidak akan terganggu oleh gangguan elektromagnetik sama sekali. Selanjutnya, fiber optik memanfaatkan serat kaca demi mendapatkan refleksi cahaya yang tinggi sehingga semua data bisa disebarkan/ditransmisikan dengan kecepatan optimal. Refleksi tersebut berasal dari cahaya yang berada pada serat kaca dengan sudut rendah.

Pada prosesnya, efisiensi fiber optik dipengaruhi oleh kemurnian bahannya, semakin murni gelasnya maka penyerapan cahaya juga semakin sedikit. Karena sedikit, maka pantulan/refleksi cahaya yang didapatkan akan tinggi, sehingga transmisi data juga akan berkecepatan tinggi.


Kelebihan Fiber Optik

Berikut beberapa kelebihan dari fiber optik sehingga banyak perusahaan telekomunikasi yang menggunakannya:

  • Memiliki kecepatan transmisi data yang super cepat, yang mencapai 1 GB/detik.
  • Bisa mentransmisikan data dalam radius yang jauh tanpa membutuhkan penguat sinyal.
  • Tahan terhadap cuaca.
  • Tahan terhadap karat karena terbuat dari kaca dan plastik.
  • Berukuran kecil dan fleksibel.
  • Tidak terganggu gelombang elektromagenetik (seperti gelombang radio) karena menggunakan cahaya sebagai media transmisi.
  • Tidak ada risiko konsleting listrik karena kabel tidak mengandung listrik.
  • Tingkat keamanan tinggi karena tidak ada distorsi (jikapun ada, cuma sedikit).

Selain kelebihan di atas, ada beberapa kekurangan dari fiber optik, yang sebenarnya tidak bisa disebut sebagai kekurangan, yaitu:

  • Biaya instalasi dan maintenance mahal.
  • Membutuhkan sumber cahaya yang kuat.
  • Kabel harus dipasang di jalur berkelok demi memaksimalkan kecepatan dan kelancaran penyebaran cahaya
Karakteristik kabel fiber optik adalah sebagai berikut: Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik). Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar. Biaya rata-rata pernode cukup mahal

Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik

Ini termasuk pemahaman yang perlu ditekankan dan setelah kita paham tentang definisi dari serat optik. Setidaknya ada 2 garis besar dalam mengklasifikasikan jenis fiber optik. Jenis ini berdasarkan prinsip mode transmisi. Demikian selengkapnya lihat dibawah:

1. Fiber Optik Mode Tunggal

Kabel fiber optik mode Tunggal (single) persis sesuai penamaannya, jenis serat optik ini hanya memancarkan satu mode cahaya. Dengan kata lain, ia hanya dapat membawa satu panjang gelombang cahaya dalam suatu waktu. Panjang gelombang tersebut sekitar 1310 nm atau 1550 nm.

img_5faa03118a8e6-5828968

Apakah karena memancarkan 1 mode cahaya akan membuat Fiber optik Mode Single kemampuannya dalam mentransfer data jadi lebih sedikit? Nyatanya tidak demikian, pada fiber optik tipe tunggal kemampuannya jauh lebih baik daripada serat optik multimode karena memiliki bandwidth lebih banyak dan kekurangannya lebih sedikit dibanding multimode. Dari segi kecepatannya, tak tertandingi.

img_5faa03119a701-8086088

Ada juga hal yang menarik, keberadaan Fiber mode Tunggal muncul sesudah Fiber optik jenis Multimode. Selain itu, karena cahaya dalam mode tunggal bergerak dalam arah lurus, berakibat ada lebih sedikit minusnya dibanding multimode, dan itu dapat digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan koneksi jarak jauh.

Kekurangan dari Mode Tunggal ini diantarnya lebih sulit pada saat proses instalasi pemasangan.

2. Fiber Optik Multimode

Sesuai dengan namanya, jenis fiber optik yang satu ini memungkinkan terjadinya beberapa mode cahaya untuk melakukan perjalanan di sepanjang porosnya.

img_5faa0311a6a24-5690107

Secara fisik dibandingkan Mode single, Multimode fiber optic memiliki diameter inti yang lebih tebal. Panjang gelombang cahaya dalam serat multimode berada dalam spektrum yang terlihat mulai 850 hingga 1300 nm.

Refleksi gelombang di dalam fiber multimode terjadi pada sudut yang berbeda untuk setiap mode. Akibatnya, berdasarkan sudut-sudut ini, jumlah refleksi dapat bervariasi.

Fiber optic Multi mode ini terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Fiber optik multimode stepped index
  • Fiber optik multimode graded index.
    img_5faa0311b582c-2059595

Tipe Kabel Optical Fibers dan speknya

Diantara yang beredar dan banyak diketahui, entah itu yang diterapkan secara pribadi pada sebuah komponen tertentu atau yang sering dijumpai dalam suatu keumuman yang ada, dibawah ini akan diterangkan tipe kabel fiber optik. selangkapnya dibawah ini,silahkan simak.

Multimode Fiber

1. OM1
img_5faa0311c9d93-6739543

Warna Pembungkus Kabel – Oranye
Size Inti – 62.5um
Kecepatan Rata-Rata Data – 1Gb @ 850nm panjang gelombang
Jarak – mencapai 300 meter
Diaplikasikan pada – Jaringan jarak pendek, Jaringan Area Lokal (LAN) & jaringan pribadi

2. OM2
img_5faa0311df079-4728860

Warna Pembungkus Kabel – Oranye
Size Inti – 50um
Kecepatan Rata-Rata Data – 1Gb @ 850nm panjang gelombang
Jarak – mencapai 600 meter
Diaplikasikan pada – Jaringan jarak pendek, Jaringan Area Lokal (LAN) & jaringan pribadi
Umumnya digunakan untuk jarak yang lebih pendek. Jangkauan jaraknya 2X lebih panjang dari OM1

3. OM3 – Multimode yang Dioptimalkan Laser
img_5faa03120128b-7194472

Warna Pembungkus Kabel – Aqua
Size Inti – 50um
Kecepatan Rata-Rata Data – 10Gb @ 850nm panjang gelombang
Jarak – mencapai 300 meter
Menggunakan lebih sedikit mode cahaya, memungkinkan peningkatan kecepatan
Mampu menjalankan 40GB atau 100GB hingga 100 meter menggunakan konektor MPO
Diaplikasikan pada – Jaringan Pribadi Yang Lebih Besar

4. OM4 – Multimode yang Dioptimalkan Laser
img_5faa031213581-4425668

Warna Pembungkus Kabel – Aqua
Size Inti – 50um
Kecepatan Data – 10G @ 850nm panjang gelombang
Jarak – mencapai 550 meter
Mampu menjalankan 100GB hingga 150 meter menggunakan konektor MPO
Diaplikasikan pada – Jaringan Berkecepatan Tinggi, Pusat Data, Pusat Keuangan, Korporasi dan Kampus

5. OM5 – Multimode Fiber terbaru dan terhebat
img_5faa03122cd54-8608790

Warna Pembungkus Kabel – Hijau Kapur
Sifatnya kompatibel dan mampu dipasangkan dengan kabel OM3 dan OM4
Kemampuan rentang panjang gelombang yang lebih luas antara 850nm dan 953nm
Dirancang untuk mendukung Short Wavelength Division Multiplexing (SWDM)
Dapat mentransmisi dikisaran 40GB/detik dan 100GB/detik
Diaplikasikan pada – Jaringan dan data center high-speed yang memerlukan jarak sinergi lebih besar dan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Single Mode Fiber

1. Kabel Mode Tight Buffered OS1
img_5faa03123cb9c-3078454

Setiap fiber memiliki lapisan pelindung sebanyak dua lapis (diberi kode warna untuk identifikasi). Satu lapisan berupa plastik dan lapisan lainnya berupa acrylate tahan air.

Diaplikasikan pada – Penggunaan Dalam Ruangan, loop lokal telco jarak menengah, LAN dan sambungan point-to-point di kota, bangunan, pabrik, taman, kantor atau kampus. OS1 dapat mendukung kecepatan hingga 10G dan jarak hingga sekitar 10 km (6 mil).

2. Kabel Mode Loose Tube OS2
img_5faa0312495c1-2601088

Semua fiber tanpa pembungkus selain lapisan luarnya. Setiap serat memiliki lapisan berwarna untuk identifikasi. Selain tahan abrasi, fiber kabel ini biasanya diisi dengan gel optik yang melindungi serat dari kelembaban. Terminasi konektor membutuhkan kit kipas.

Diaplikasikan pada – Penggunaan Luar Ruangan, jumlah serat tinggi, tulang punggung telco dan jalur backhaul jarak jauh, aplikasi penanaman langsung di sepanjang jalan dan jalur kereta api. OS2 dapat mendukung kecepatan hingga 100G dan jarak hingga 200km (124 miles).

Penggunaan Kabel Serat Optik Pada Dunia Industri

Dunia komunikasi jaringan telah sepenuhnya direvolusi oleh kabel fiber optik, sejak dibuat hampir 40 tahun yang lalu. Beberapa penggunaan yang biasa dijumpai untuk kabel fiber optik tercantum di bawah ini:

  • Internet

Disebabkan kemampuannya mentransmisikan data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi, kabel fiber optik menjadi tumpuan utama dan meninggalkan kawat tembaga tradisional. Kabel serat optik lebih fleksibel, lebih ringan, lebih tebal, dan dapat membawa lebih banyak data.

  • Telepon

Dalam dunia telekomunikasi fiber optik mampu memberikan koneksi lebih cepat dan percakapan lebih jelas tanpa menimbulkan delay yang menjenuhkan.

  • Televisi Kabel

Kemampuannya mentransmisi bandwidth berukuran besar dalam waktu yang cepat membuatnya sempurna untuk mentransmisikan sinyal untuk TV HD.

  • Dunia Kedokteran (Gigi dan Bedah)

Termasuk Penelitian Mikroskopis dan Biomedis. Kabel serat optik banyak digunakan dalam bidang kedokteran dan penelitian ilmiah lainnya.

  • Jaringan komputer

Pada suatu sistem jaringan komputer diperlukan kecepatan, kabel serat optik mampu mengakomodir kebutuhan tersebut.

  • Industri Otomotif

Dimana kabel serat optik memainkan peran keamanan yang sangat penting dalam kendaraan modern saat ini. Kabel ini banyak digunakan untuk penerangan eksterior dan interior kendaraan. Dan, kabel serat optik menjadi sangat berharga dalam penggunaan aplikasi keamanan seperti airbag dan kontrol traksi. Alasan untuk ini adalah kenyataan bahwa sinyal dapat ditransmisikan antara berbagai bagian kendaraan dengan kecepatan kilat.

  • Sistem Pencahayaan dan Dekorasi

Karena kabel serat optik memberikan solusi yang ekonomis, sederhana, dan menarik untuk sebuah sistem pencahayaan.

  • Aplikasi Antariksa dan Militer

Tingkat keamanan data yang sangat tinggi diperlukan dalam aplikasi luar angkasa dan militer, dan kabel serat optik memberikan solusi ideal atasi masalah itu.

  • Inspeksi Mekanis

Dimana kabel serat optik digunakan untuk memeriksa tempat-tempat yang sulit dijangkau, misalnya tukang pipa yang memeriksa pipa, dan inspeksi lokasi oleh para insinyur.

Komponen Fiber Optik

img_5faa031258004-5706418

1. Inti (Core)

Inti atau core , yang membawa cahaya, adalah bagian terkecil dari serat optik. Inti fiber optik seringnya dibuat dari kaca, walaupun beberapa terbuat dari plastik. Kaca yang digunakan pada intinya adalah silikon dioksida (SiO2) yang sangat murni, bahan yang sangat jernih sehingga Anda dapat melihatnya sejauh 5 mil seolah-olah Anda melihat melalui jendela rumah.

Core serat optik diproduksi dalam diameter yang berbeda untuk aplikasi yang berbeda. Ukuran inti yang umum digunakan dalam telekomunikasi adalah 9um, 50um, dan 62.5um.

2. Cladding (Kelongsong/selubung)

Cladding ini disebut juga Kelongsong atau selubung pembungkus. Dimana posisinya mengelilingi inti dan memberikan indeks bias yang lebih rendah untuk membuat serat optik bekerja. Ketika selubung kaca digunakan, selubung dan inti diproduksi bersama dari bahan berbasis silikon dioksida yang sama dalam keadaan menyatu secara permanen.

Seperti core-nya,  cladding diproduksi dengan diameter standar. Dua diameter yang paling umum digunakan adalah 125um dan 140um. Cladding 125um biasanya mendukung ukuran inti 9um, 50um, 62.5um, dan 85um. Cladding 140um biasanya memiliki inti 100um.

3. Coating (Lapisan/Pelapis/mantel)

Coating adalah lapisan pelindung dari serat optik. Lapisan ini berfungsi sebagai penyerap guncangan, goresan, dan juga melindungi dari kelembaban yang berpotensi merusak kelongsong (cladding). Tanpa coating, fiber optik akan menjadi sangat rapuh.

Diameter luar coating biasanya 250um atau 500um. Umumnya coating ini tidak berwarna. Coating yang dijumpai dalam fiber optik dipilih untuk jenis kinerja atau lingkungan tertentu. Salah satu jenis coating yang paling umum adalah akrilat.

4. Strength Member dan Outer Jacket

Prinsipnya tidak berbeda jauh dengan coatingy, yaitu sebagai pelindung. Lapisan ini merupakan material pembungkus terluar yang senantiasa berhadapan langsung dengan kontak dari luar seperti gesekan, tarikan, tekanan dan sebagainya.

Prinsip Kerja Fiber Optik

Prinsip kerja serat optik adalah transmisi informasi dalam bentuk partikel cahaya atau foton. Inti dari fiberglass & cladding memiliki indeks bias khusus untuk memuntir cahaya ke dalam sudut tertentu.
Kemudian data ditransmisikan dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Faktor lainnya yang mempengaruhi efisiensi dari pantulan cahaya itu lebih kepada bahan apa yang dipakai pada serat optik tsb. Semakin murni bahan penyusun serat optik, cahaya yang diserap makin minim. Dengan minimnya suatu fiber optik menyerap cahaya, cahaya yang dapat dipantulkan akan semakin kuat. Hal ini akan membuat kinerjanya makin maksimal.

Jenis-jenis Konektor Pada Kabel Fiber Optik

Terdapat banyak sekali jenis konektor pada fiber optik antara lain sebagai berikut:

1. Fiber Connector

Fiber Connector

Fiber Connector atau FC ini bisa digunakan pada kabel single mode dengan akurasi sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter dan juga receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang bisa diatur, agar ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.

2. Straight Tip

Straight Tip

Bentuk dari kabel ini adalah seperti bayonet berkunci, dan hampir terlihat seperti konektor BNC. Biasa digunakan untuk kabel single mode maupun multi mode. Konektor ini sangat mudah digunakan, mudah untuk dipasang dan juga dicabut.

3. Biconic

Biconic

Biconic merupakan salah satu konektor yang pertama kali muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini konektor jenis ini jarang sekali digunakan.

4. Subscriber Connector

Subscribers connector

Subscriber Connector biasa digunakan untuk kabel single mode, yang memiliki sistem dicabut-pasang. Konektor jenis ini tidak terlalu mahal, simple dan bisa diatur secara manual dan memiliki akurasi yang baik.

5. SMA 

SMA

SMA merupakan konektor yang lebih dahulu muncul dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun kini konektor jenis ini sudah jarang ditemui, karena sudah tergantikan dengan konektor jenis ST. 

6. F-SMA

F-SMA

Konektor F-SMA sesuai dengan IEC 61754-22 yang merupakan salah satu desain tertua dari serat optik. Meskipun merupakan tipe tua, namun konektor ini masih digunakan di beberapa pasar khusus. Selain pada aplikasi industri, konektor ini juga digunakan dalam teknologi medis. 

7. T-ST Duplex

T-ST Duplex

Konektor ini dibuat sesuai dengan spesifikasi IEC 61754-24 untuk diameter, yaitu berdiameter 2,6 sampai 3 mm. T-ST merupakan sebuah inovasi dari konektor terisolasi yang bisa memperpanjang kemudahan pengoperasian koneksi listrik. Konektor ini menjamin kualitas yang stabil setiap saat. 

8. LC

LC

Lucent Connector atau LC memiliki ukuran setengah ukuran konektor SC. Konektor LC digunakan untuk penyebaran dengan kepadatan yang tinggi. Sama seperti konektor SC, badan dari konektor LC ini berbentuk persegi, dan dua konektor LC juga biasanya diikat bersamaan dengan klip plastic untuk membuat koneksi dupleks. Konektor LC ini juga bisa digunakan dengan kabel single mode dan multi mode. 

9. LC Duplex

cable_156_OM3_LC_duplex_LC_duplex

Kabel serat jenis LC Duplex ini diakhiri dengan konektor LC pada salah satu ujungnya dan konektor SC pada ujung lainnya. LC Duplex merupakan serat single mode yang didesain untuk mentransmisikan data jarak jauh dengan kecepatan tinggi. Kabelnya merupakan dupleks yang memungkinkan komunikasi sinkron antar perangkat. 

10. E2000

E2000

Konektor E2000 mempunyai mekanisme  kopling push-pull, yang memiliki rana logam otomatis pada konektor sebagai perlindungan sinar laser dan debu. Kabel serat optik jenis ini digunakan untuk keamanan tinggi dan aplikasi dengan daya tinggi. Konektor serat optik E2000 ini tersedia untuk PC Single mode, APC, dan juga multi mode PC. Konektor jenis E2000 ini merupakan salah satu konektor serat optik yang telah dilengkapi dengan rana pegas, yang sepenuhnya akan melindungi ferrule dari debu dan juga goresan. Rana akan tertutup secara otomatis ketika konektor ini dilepas, yang akan mengunci kotoran yang kemudian bisa menyebabkan kegagalan jaringan. Serta mengunci sinar laser yang membahayakan. 

11. MU

MU

Konektor MU ini akan terlihat seperti kabek SC versi kecil, dengan ferrule 1,25 mm, dengan desain push-pull yang simple dan badan kecil yang ringkas. Konektor ini biasa digunakan untuk beberapa konektor optik kompak dan juga mekanisme self-retentive untuk aplikasi backplane. Konektornya terdiri dari rumah plastik. 

12. DIN

DIN

Konektor serat optik DIN ini digunakan pada bidang telekomunikasi. CATV, LAN, MAN, WAN, uji dan pengukuran, medis, sensor, dan juga industri. Konektor ini menawarkan performa superior dalam compact, DIN47256 compatible design yang cocok untuk berbagai aplikasi. Konektor ini dibuat dari mesin kuningan presisi skrup, untuk kinerja dan daya tahan yang konsisten. 

13. Konektor 10G-CX4

Konektor 10G-CX4

Konektor 10G-CX4 merupakan standar tembaga 10G yang pertama diterbitkan. Konektor yang digunakan juga sama dengan konektor Infiniband. Spesifikasi konektor ini dirancang untuk bekerja sampai dengan jarak 15 meter. Pada masing-masing dari 4 jalur membawa 3.125 G baud dari bandwidth sinya. Konektor ini juga memberi keuntungan dengan daya rendah, biaya rendah, dan latensi yang rendah. 

CONTOH SOAL KABEL FIBER OPTIC

1. Berikut adalah pemasangan kutub tanah pada rumah kabel, kecuali.. ….
A. kutub tanah disambungkan dengan ir tembaga multipair
B. kawat tembaga dipilin minimal 50 mm *
C. kutub timah batang dengan ukuran diameter 1,6 cm dan panjang 200 cm
D. kawat tembaga dipilin minimal 25 mm
E. Kutub timah batang dengan ukuran diameter 1,6 cm

2. Peralatan yang digunakan untuk mengupas pelindung serat optik (cladding) adalah ….
A. Fiber stripper *
B. Fiber cleaver
C. Lupsheet cutter
D. cutter
E. fusion splicer

3. Perhatikan urut-urutan langkah kerja berikut!
  1. stripping
  2. removal of primary coating
  3. cutting of fiber
  4. splicing
  5. reinforcement
Urut-urutan penyambungan serat optik yang benar adalah…….
A. 1-2-3-4-5 *
B. 1-3-2-4-5
C. 1-4-5-3-2
D. 5-4-3-2-1
E. 1-2-3-5-4

4. Pada splitter output dengan logo komputer dimasukkan ke….dan output dengan logo telepon dimasukkan ke ….
A. Komputer; modem
B. Telepon; modem
C. Modem; telepon *
D. Modem ; komputer
E. Telepon ; komputer

5. Bahan yang digunakan untuk membersihkan serat kabel optik adalah ….
A. Lupsheat cutter
B. Fiber cutter
C. Alkohol 90%
D. Fiber stripper *
E. Fiber cleaver

6. Fungsi dari splitter pada pemasangan instalasi kabel rumah (IKR) adalah ….
A. Terminal kabel sekunder
B. Terminal kabel primer
C. Pembagi suara
D. Tidak ada fungsi
E. Untuk memisahkan sinyal suara dan internet 


7. Alat yang digunakan untuk menyambung serat optik adalah ….
A. HUB
B. Fusion splicer *
C. OPM
D. OTDR
E. Stipper

8. Berfungsi untuk memotong core yang kulit kabel optiknya sudah dikupas adalah ….
A. Fusion splicer
B. stipper
C. Cleaver tool *
D. OPM
E. OTDR

9. Alat yang digunakan untuk menghitung kehilangan energi yang didapat dari serat optik adalah ….
A. Loss power meter *
B. Multi power meter
C. Spectrum analyzer
D. Good power meter
E. Standar power meter

10. Server yang dapat membuat sistem berbasis Unix (seperti LINUX) untuk melakukan sharring resource dengan sistem bebasis Windows adalah….
A. Apache
B. Squid
C. Squirel
D. Proxy
E. Samba *

11. Kabel untuk sambung antarnegara atau benua adalah….
A. Kabel internet
B. Kabel fiber optik *
C. Kabel serat
D. Kabel jaringan
E. Kabel rambut


12. Komponen yang digunakan untuk instalasi modem pada perangkat pelanggan yang digunakan untuk akses internet yang berfungsi sebagai pemisah atau penduplikasi frekuensi yang membawa informasi baik itu voice atau data ….
A. konektor
B. kabel UTP
C. Splitter *
D. Telepon
E. Server

13. pada penyambung kabel tembaga multipair, kabel kategori 1 dengan kapasitas 10 – 120 pair, untuk kabel 80 pair mempunyai …
A. 1 inti
B. 2 inti *
C. 3 inti
D. 4 inti
E. 5 inti

14. Antena yang memancar ke segala arah (360 derajat) disebut ….
A. Omni struktural
B. Yaggi struktural
C. Yaggi super
D. Yaggi derectional
E. Omni derectional *

15. Alat ini bergungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel disebut dengan ….
A. OTDR
B. OPM
C. Fusion splicer
D. Stipper *
E. Cleaver tool

16. Bagian-bagian dari kabel serat optik seperti di bawah ini, kecuali….
A. Tracker *
B. core
C. cladding
D. outer jacket
E. buffer

17. Alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat optik dalam jarak tempuh tertentu adalah ….
A. OTDR *
B. Fusion splicer
C. OPM
D. Cleaver
E. Stipper

18. Alat yang digunakan untuk mengetahui spektrum frekuensi yang telah digunakan oleh jaringan WafeLAN lainnya disebut….
A. AVO meter
B. Multi meter
C. Spectrum analyzer *
D. Syncronize Analyzer
E. Metal analyzer

19. Alat yang diguanakan untuk menguji jaringan adalah ….
A. Tang krimping
B. RJ45
C. MULTIMETER
D. Obeng
E. LAN tester *

20. Kabel yang memiliki serat adalah …
A. Kabel UTP
B. Kabel STP
C. Kabel coaxial
D. Kabel fiber optik *
E. Kabelcross







































Tidak ada komentar:

Posting Komentar